Puji Aksi Paskibra Warga Binaan, Wabup Sukabumi: Luar Biasa Pembinaan Lapas Warungkiara

Wakil Bupati Sukabumi Andreas, saat diwawancara awak usai menjadi Inspektur Upacara Peringataan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Senin (17/8/2026). FOTO//Ist

WARUNGKIARA, sukabumiinside.com | Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengapresiasi pelaksanaan pembinaan terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Warungkiara Kelas IIA.

Menurutnya, keberadaan lapas tidak semata-mata sebagai tempat menjalankan pidana, tetapi juga menjadi wadah pembinaan agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Andreas, usai menjadi Inspektur Upacara Peringataan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Senin (17/8/2026).

Wabup melihat langsung aktivitas warga binaan di Lapas Warungkiara. Ia menilai program pembinaan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Ya, pertama tadi saya melihat warga binaan yang ada di Lapas Warungkiara Kelas IIA secara langsung. Ya tadi sudah disampaikan oleh Kementerian Imigrasi bahwasanya lembaga pemasyarakatan ini tidak hanya menegakkan pidana, tapi juga membina warga-warga binaan untuk bisa nanti menjadi jauh lebih baik lagi,” ujar Andreas.

 

Menurutnya, pemberian remisi juga menjadi bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menjalani proses pembinaan. Dengan adanya remisi, warga binaan yang memenuhi ketentuan dapat kembali ke masyarakat dan diharapkan mampu menjalani kehidupan secara lebih produktif.

“Dan ketika tadi sudah diberikan remisi, bisa kembali ke masyarakat, jauh lebih produktif, dan juga insya Allah ini adalah suatu bentuk penghargaan terhadap warga binaan,” katanya.

Andreas juga memberikan perhatian khusus terhadap penampilan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang melibatkan warga binaan. Ia mengaku terkesan melihat kemampuan dan kedisiplinan para warga binaan tersebut.

“Oh iya. Saya lihat itu Paskibra-nya memang benar-benar Paskibra itu. Luar biasa ini Kalapas, ini memberi pembinaan bagi warga lapas,” ungkapnya.

Ia menilai pembinaan yang dilakukan Lapas Warungkiara telah berjalan secara sungguh-sungguh, dengan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Pembinaan tersebut dinilai penting untuk membangun kesiapan warga binaan ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.

“Ya memang tadi ini betul-betul Warungkiara Kelas II ini menjalankan sesuai dengan fungsinya. Tadi saya lihat warga binaan itu memang betul-betul dibina dengan baik secara kemanusiaan tentunya, dan juga secara sungguh-sungguh dalam hal memperbaiki warga-warga yang memang hari ini harus butuh pembinaan khusus,” tuturnya.

Andreas berharap proses pembinaan tersebut dapat terus dilakukan sehingga warga binaan memiliki bekal dan kesiapan untuk kembali berbaur secara normal di masyarakat.

“Sehingga ini menjadi salah satu bentuk kesiapan mereka setelah nanti keluar dari lapas, ini sudah betul-betul bisa kembali ke masyarakat secara normal. Terima kasih kepada Kalapas dalam membina masyarakat, khususnya warga binaan yang ada di lapas,” ujarnya.

Di sisi lain, Andreas menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membawa mereka berurusan dengan hukum hingga harus menjalani kehidupan di balik jeruji besi.

“Pesan dan harapan, jangan sampai ada yang sering-sering masuk lah ke sini. Jadi warga yang baik, gitu kan. Karena biar bagaimanapun juga, sebaik-baiknya yang dikurung ya rasanya ya gimana ya? Kebebasannya itu kan berarti hilang,” pungkasnya.

 

 

Redaktur: RAG

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *