92 Bencana Terjadi di Kabupaten Sukabumi Sepanjang September 2026

Peta Wilayah terdampak bencana sepanjang september 2026 di Kabupaten Sukabumi. | Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI, sukabumiinside.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat 92 kejadian bencana terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi sepanjang September 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian yang paling banyak dilaporkan.

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa berdasarkan rekapitulasi kejadian bencana periode September 2026, karhutla tercatat sebanyak 76 kejadian.

Bacaan Lainnya

Selain karhutla, BPBD mencatat 12 kejadian angin kencang, satu tanah longsor, satu gempa bumi, dan dua kejadian kekeringan. Sementara itu, banjir, pergerakan tanah, letusan gunung api, abrasi, dan tsunami tercatat nihil dalam rekapitulasi tersebut.

Data BPBD menunjukkan kejadian bencana sepanjang September 2026 tersebar di 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Wilayah yang tercatat terdampak antara lain Bantargadung, Ciambar, Cibadak, Cicurug, Cidadap, Cidahu, Cidolog, Ciemas, Cikidang, Cimanggu, Ciracap, Cireunghas, Cisaat, Gegerbitung, Gunungguruh, Kabandungan, Kalapanunggal, Kalibunder, Kebonpedes, Lengkong, Nagrak, Nyalindung, Pabuaran, Palabuhanratu, Parakansalak, Parungkuda, Purabaya, Saganten, Simpenan, Sukalarang, Sukaraja, Waluran, dan Warungkiara.

Tingginya angka karhutla menjadi salah satu perhatian utama dalam catatan kebencanaan Kabupaten Sukabumi selama September.

Dari keseluruhan kejadian tersebut, BPBD mencatat 491 kepala keluarga (KK) atau 558 jiwa terdampak.

Sementara itu, sebanyak 3 KK atau 8 jiwa tercatat mengungsi. Dalam periode yang sama, terdapat satu orang mengalami luka-luka.

Untuk korban meninggal dunia serta warga hilang atau tidak ditemukan, BPBD mencatat nihil.

Dampak bencana juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas masyarakat.

BPBD mencatat sebanyak 24 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari:

  • 10 rumah rusak ringan
  • 6 rumah rusak sedang
  • 8 rumah rusak berat

Selain itu, terdapat 49 rumah terancam akibat kejadian bencana.

Dampak lainnya meliputi 108,54 hektare sawah/lahan yang terdampak. BPBD juga mencatat satu tempat ibadah dan satu sarana pendidikan terdampak.

Sementara itu, jembatan, saluran air, sarana kesehatan, tempat pembuangan akhir (TPA), serta akses jalan tercatat tidak mengalami kerusakan dalam rekapitulasi tersebut.

 

 

Redaktur: Juliansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *