PALABUHANRATU, sukabumiinside.com | Sukabumi Expo 2026 tak sekadar menghadirkan hiburan dan pameran produk lokal. Pemerintah Kabupaten Sukabumi membawa agenda yang lebih serius: membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ribuan lowongan kerja untuk penempatan di luar negeri dan ratusan peluang kerja di dalam negeri tersedia melalui job fair yang menjadi salah satu magnet utama Sukabumi Expo 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, pada 10-13 September 2026.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggandeng lembaga pelatihan kerja (LPK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk menghadirkan berbagai pilihan pekerjaan melalui job fair tersebut.
Lowongan yang ditawarkan mencakup sejumlah negara di kawasan Asia hingga Eropa.
“Ribuan lowongan kerja luar negeri dan ratusan dalam negeri tersedia di job fair,” kata Asep Japar saat membuka Sukabumi Expo 2026 di Lapang Cangehgar, Kamis malam, 10 September 2026.
Menurut dia, penyediaan akses informasi dan lowongan kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran di Kabupaten Sukabumi.
“Ini bisa dijadikan kesempatan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait lowongan kerja,” ujarnya.
Namun, Sukabumi Expo tidak hanya berbicara soal pekerjaan. Puluhan stan juga menampilkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), inovasi daerah, serta hasil pembangunan Kabupaten Sukabumi.
Asep mengatakan, capaian pembangunan sengaja dipamerkan agar masyarakat dapat melihat langsung berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah.
“Hasil-hasil pembangunan sengaja kami tampilkan juga di dalam expo ini agar masyarakat mengetahui berbagai capaian program Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Termasuk berbagai produk UMKM,” tuturnya.
Ia berharap expo tersebut menjadi ruang yang mempertemukan sejumlah kepentingan sekaligus: masyarakat mendapatkan hiburan, produk lokal semakin dikenal dan dibeli, sementara peluang investasi baru dapat terbuka.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni mengatakan, Sukabumi Expo 2026 diisi 57 stan yang berasal dari berbagai perangkat daerah maupun peserta umum.
Menurut Dani, kehadiran job fair menjadi salah satu pembeda utama expo tahun ini.
“Kegiatan expo kali ini mendapatkan dukungan dari Disnakertrans lewat pembukaan lapangan pekerjaan,” ujar Dani.
Dampak ekonomi kegiatan tersebut juga mulai terlihat. Dani menyebut perputaran uang sejak pelaksanaan soft opening melalui Pesta Rakyat hingga penyelenggaraan expo telah mencapai sekitar Rp2,6 miliar.
Jumlah pengunjung pun cukup tinggi. Rata-rata mencapai sekitar 1.500 orang per hari dan diperkirakan meningkat hingga 3.000 pengunjung pada akhir pekan.
“Semenjak pesta rakyat sampai saat ini, perputaran uang mencapai Rp2,6 miliar. Pengunjung rata-rata harian pun mencapai 1.500. Kalau Sabtu-Minggu bisa tembus 3.000 pengunjung,” katanya.
Menariknya, Dani menegaskan, penyelenggaraan Sukabumi Expo 2026 tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan pihak ketiga.
“Kegiatan ini tidak menggunakan APBD. Semua berkat kerja sama dengan pihak ketiga,” pungkasnya.
Redaktur: Juliansyah






